Buktikan Sekarang Juga..!!! Dalam 15 Menit Bekas Luka Lama Anda Hilang Tak Berbekas Dengan Beberapa Bahan ajaib Ini..!!!

Tak perlu bingung mengenai cara menghilangkan bekas luka karena tips-tips di bawah ini merupakan langkah-langkah yang mudah dilakukan dalam menghilangkan bekas tersebut. Bekas luka dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang, bagaimana cara menghilangkannya dengan cepat?

Cara Menghilangkan Bekas Luka Secara Alami

Menggunakan mentimun

Mengoleskan tumbukan mentimun bisa menjadi salah satu cara menghilangkan bekas luka dengan cepat. Mentimun kaya akan vitamin C yang berguna untuk mencerahkan bagian kulit gelap karena bekas luka serta potasium yang mampu menangkal radikal bebas. Untuk menghilangkan bekas luka, pertama-tama cuci bersih mentimun kemudian potong kecil-kecil. Blender atau tumbuk potongan mentimun tadi sampai jadi benar-benar halus. Kemudian, oleskan mentimun halus itu pada bekas luka dan diamkan semalam. Jika dilakukan secara rutin, niscaya bekas luka akan hilang dalam waktu relatif singkat.

Memanfaatkan lendir lidah buaya

Lidah buaya kaya akan asam amino yang sangat berguna untuk regenerasi sel, salah satunya sel kulit. Bukan hanya itu, zat anti radang yang juga terdapat dalam tanaman lidah buaya mampu mengurangi bekas luka secara signifikan. Cara pemakaiannya adalah dengan mengoleskan lendir lidah buaya pada bekas luka sambil berhati-hati agar tidak terkena getahnya. Lakukan rutinitas ini satu sampai dua kali seminggu untuk hasil terbaik.

Menggunakan irisan tomat

Bekas luka gatal yang menghitam tentu saja bisa mengganggu penampilan, apalagi bila berada di area terbuka seperti tangan dan kaki. Salah satu cara menghilangkan bekas luka gatal adalah dengan mengoleskan irisan tomat pada bekas luka. Tomat memiliki kandungan vitamin C dan antioksidan yang sangat tinggi sehingga bagus untuk kesehatan kulit serta mampu mencerahkan kulit.

Mengoleskan madu

Madu yang terbukti mampu menghaluskan kulit ternyata juga mampu menghilangkan bekas luka. Caranya cukup sederhana,oleskan madu murni (raw honey) pada bekas luka kemudian diamkan selama 20 sampai 30 menit. Setelah itu, bilas bagian yang bersangkutan dengan air hangat. Madu pada dasarnya akan merangsang proses regenerasi kulit sehingga bila cara ini rutin dilakukan, bekas luka bisa makin cepat hilang.

Mengoleskan putih telur

Anda memiliki bekas luka di kaki yang membuat Anda tidak percaya diri menggunakan celana pendek? Jangan khawatir, putih telur bisa menjadi cara menghilangkan bekas luka di kaki yang ampuh. Pertama-tama, sisihkan putih telur dari kuning telur, kemudian oleskan putih telur perlahan-lahan di bekas luka yang bersangkutan. Jika olesan sudah kering dan mengencang, bilas bagian tersebut dengan air bersih. Cara ini akan menjadi lebih efektif jika putih telur sebelumnya dicampur dengan madu atau jeruk lemon. Hasilnya, kulit bebas bekas luka yang cerah dan halus bisa menjadi milik Anda.

Menggunakan jus lemon

Lemon pada dasarnya bisa mengangkat sel-sel kulit mati dari tubuh sehingga kulit menjadi jauh lebih cerah. Cara pemakaiannya adalah dengan mengoleskan jus lemon pada bekas luka menggunakan kapas atau cotton bud. Diamkan olesan tersebut selama 5 sampai 7 menit kemudian bilas dengan air bersih. Bila cara rutin ini dilakukan setiap hari, niscaya bekas luka bisa hilang dalam waktu dekat.

Menggunakan daun mint

Selain memiliki aroma yang menenangkan, daun mint ternyata juga mampu menghilangkan bekas luka. Caranya, ambil beberapa lembar daun mint dan cuci bersih. Kemudian tumbuk daun mint tersebut sampai menjadi jauh lebih halus. Oleskan tumbukan daun mint ini pada bekas luka kemudian diamkan selama 5 sampai 10 menit. Bilas sesudahnya.

Bekas luka memang mengganggu, tetapi bukan tidak mungkin untuk dihilangkan. Kini, tak perlu lagi khawatir terhadap bekas luka di tubuh Anda karena cara menghilangkan bekas luka di atas sangat mudah dilakukan dan bahan-bahannya alami. (Intisari-Online)

Kisah Mengharukan. Siapa yang Bisa Menahan Air Mata “Aku Merasa Gagal Menjadi Ayah Sekaligus Ibu Untuk Anakku”. Bisa Nangis Kalo Baca Sampai Tuntas ......

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil.
Begitulah yang kurasakan, karena selama ini aku merasa bahwa aku telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anakku, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anakku.
Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anakku masih tertidur. Ohhh aku harus menyediakan makan untuknya.
Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anakku yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.
Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, aku langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam.
Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan?.. di sanalah sumber “masalah”nya ? sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!
Oh Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anakku yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:
“Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya . Karena aku takut mie”nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainanku, aku minta maaf,ayah ?”
Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku, tetapi, aku tidak ingin anakku melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangisku. Setelah beberapa lama, aku hampiri anakku, kupeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.
Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.
Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, aku mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.
Namun, belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal. Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, “Aku minta maaf, ayah”.
Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu.
Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahuku, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis,aku yakin , jika istriku masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!
Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.
Mereka menelponku dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anakku telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun aku sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anakku lagi, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena aku merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : “Maaf, ayah”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.
Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah aku mendorong anakku ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : “Surat-surat itu untuk ibu?..”. Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. ?. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: “Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?” Jawaban anakku itu : “Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus”. Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan.
Aku bilang pada anakku, “Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Aku berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi?. aku jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.
Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur “ibu sayang”, Aku sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara “Pertunjukan Bakat” di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi aku tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.
Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencariku, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.
Ibu, setiap hari aku melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Aku pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua. Tapi bu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga aku dapat melihat wajahmu dan ingat kamu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul ?
Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena aku tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istriku
CATATAN: Untuk para suami dan laki-laki, yang telah dianugerahi seorang istri atau pasangan yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari pada istrimu. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.
Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yang bisa menggantikannya.
Sumber: wajibbaca.com

Ini Dia Derita LDR, Kisah Ini Bikin Menyayat Hati, Pamitnya Fokus Skripsi Malah Ngirimin Undangan Nikah! Bagi yang Jomlo jangan Baca

Setiap orang memang bisa saja berpacaran dengan orang yang disukainya. Namun berjodoh hingga pelaminan adalah hal yang lain. Banyak yang berpacaran hingga waktu yang lama, namun akhirnya kandas di perjalanan. Boro-boro sampai pelaminan, untuk melamar saja mungkin belum kesampaian.
Berakhirnya hubungan memang beragam. Ada yang merasa sudah tidak ada kecocokan sampai ada yang tak betah LDR-an. Yang setiap hari bertemu saja kerap bubaran, tentu saja pasangan LDR lebih berat cobaannya dan banyak yang berakhir di luar dugaan. Seperti halnya kisah sedih pasangan LDR yang diceritakan oleh seorang berinisial TJ melalui akun media sosialnya, Senin (17/4).
TJ menceritakan bahwa ia dan pasangannya sudah lebih dari dua tahun menjalani LDR Pekanbaru, Riau dan Rantauperapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara. Keinginan untuk menyelesaikan pendidikan dan mengejar karier sudah diputuskan. TJ memutuskan untuk menata kariernya dengan bekerja sedangkan pacarnya yang berinisial WI memutuskan untuk berkuliah di sebuah perguruan tinggi.
Namun WI lama kelamaan berubah sikapnya. Bahkan hingga dua bulan TJ dan WI tidak terhubung sama sekali. “Dimulai dari FB-ku diblokir sama dia.. Kemudian IG hingga berlanjut WA. Nomer HP-nya sih gak diganti.. Tapi ketika ditelfon selalu aja sibuk atau apalahh,” ujar TJ seperti dikutip brilio.net dari akun media sosialnya, Senin (24/4)
TJ sempat bertanya kepada teman-teman dekat pacarnya, alasan WI memutuskan menutup komunikasi dengannya. Mereka mengatakan bahwa WI sedang ingin fokus dengan tugas akhirnya dan tak ingin digangu. TJ pun menghormati keputusan tersebut dan menunggu sampai WI selesai dengan pendidikannya.
Namun rupanya apa yang diharapkan TJ berbeda dengan kenyataannya. Saat keduanya mulai berkomunikasi, WI justru mengabarkan bahwa dirinya akan menikah dengan pria lain. “Dan akhirnya pada bulan April ini WA-nya udah bisa di akses, mungkin karena udah tidak diblokir lagi. Kami iya sering ngechat tapi lagi-lagi gara-gara kesibukan jarang membalas. Tapi akhir-akhir ini ia meminta maaf.. Aku bingung ngapa harus meminta maaf.. Dan akhir nya.. Hal yang aku takutkan terjadi. Cukup lah GWS for me,” tutur TJ.
WI secara tiba-tiba meminta maaf dan kemudian mengirimkan foto undangan pernikahannya. Auch!! Tentu saja, ini membuat dada TJ sesak dan berat untuk bernapas. Tapi ya sudahlah, semua sudah terjadi dan tak perlu ada yang diratapi.
“Coba deh, nanti lu dateng ke kawinannya abis itu lu ngamuk deh disitu,” ujar rekan media sosialnya, Wisnu Wisnu.
“Selamat menempuh hidup baru mas TJ, (kalo masih sanggup),” timpal akun A-mind Pras ikut berkomentar.
Sumber: brilio.net

Inilah 8 Kalimat yang Tidak Boleh Diucapkan Ibu Kepada Anaknya, No 2 dan 3 Sering Kita Lakukan!

Membentuk karakter anak sudah harus dimulai saat usianya masih balita. Dalam rentang waktu tersebut, anak mudah menyerap apa yang diajarkan orang tua serta lingkungan sekitarnya.

Itulah mengapa orang tua harus ekstra berhati-hati menjaga pergaulan anak ketika masih dalam periode balita. Mereka dengan mudah menyerap semua hal yang diajarkan, apakah itu hal baik atau buruk. Termasuk juga menjaga ucapan sang ibu kepada anak.
Ibu merupakan pendidik pertama untuk anak-anaknya. Cara mendidiknya adalah dengan cara lisan atau ucapan. Sayang, banyak Ibu yang justru mengeluarkan kalimat yang dapat mempengaruhi mental anak kelak. Ada kalimat yang sebaiknya ditiadakan agar karakter anak terbangun dengan baik. Apa saja? Berikut ringkasannya.

1. Memberikan Pernyataan Negatif tentang Diri Anak

Pernyataan negatif tentang anak akan membuat hati anak tersakiti. Bahkan ini akan melekat menjadi pribadi mereka saat sudah dewasa. Kalimat-kalimat negatif contohnya “Kamu anak yang pelit!”, “Kamu pemalas!”,“Kamu gendut!”, “Kamu nakal!” dan kalimat negatif lainnya. Mereka akan benar-benar seperti apa yang orang tua mereka katakan. Sungguh berbahaya, mengingat kata-kata seorang ibu bisa berarti doa untuk anak-anaknya.

2. Jangan katakan “Jangan Ganggu, Ibu Sibuk!”

Terkadang kesibukan pekerjaan baik rumah maupun kantor membuat Ibu mengabaikan anak. Ketika anak datang menghampiri, biasanya kalimat “Jangan Ganggu, Ibu Sibuk!” ini cukup ampuh membuat anak-anak berhenti mengganggu.
Sekilas, hal ini terlihat normal. Berdasarkan penelitian dari seoarang pelatih bela diri verbal, Suzette Haden Elgin PhD, tindakan demikian akan membuat anak merasa tidak berarti. Jika menerima perlakuan seperti ini setiap hari, maka tidak mengherankan jika saat sudah besar mereka akan merasa tidak ada gunanya berbicara dengan orangtua.

3. Jangan katakan “Jangan Menangis!”

Kalimat “jangan menangis” merupakan kalimat yang sering diucapkan Ibu untuk mendiamkan anak. Biasanya anak menangis karena berkelahi dengan teman, kakak, atau ketika mereka terjatuh. Namun Ibu tidak lantas harus segera mendiamkan anak dengan cara menyuruhnya diam. Kalimat lain yang sering mengikuti kalimat ini adalah “Jangan cengeng!”, “Jangan sedih!”,

“Jangan takut!”.

Menurut seorang ahli psikologi anak, Debbie Glasser, kalimat-kalimat tersebut akan membuat anak merasa bahwa menangis adalah tindakan yang tidak umum. Sehingga ketika dewasa nanti, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang keras dan tidak mudah tersentuh.

4. Jangan Membanding-bandingkan Anak

Contoh kalimat-kalimat ini misalnya “Lihatlah kakakmu, dia bisa melakukannya dengan cepat. Mengapa kamu tidak bisa melakukannya juga?” “Temanmu bisa menggambar dengan bagus, kenapa kamu tidak?” “Dulu ketika kecil ibu bisa begini begitu, masa kamu tidak bisa?!” Kalimat ini akan membuat anak-anak merasa bingung dan akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri. Bahkan tidak jarang anak akan membenci orang tuanya karena selalu dibanding-bandingkan dengan orang lain.

5. Jangan katakan “Tunggu Ayah Pulang ya! Biarkan kamu dihukum ayah”

Kalimat ini sering terjadi ketika anak melakukan kesalahan sementara ayahnya berada di kantor. Maka Ibu dengan mudah biasanya akan mengatakan kalimat “Tunggu Ayah Pulang ya! Biarkan kamu dihukum ayah”
Hal ini justru akan memperburuk keadaan karena Ibu malah menunda untuk mengatakan kesalahan anak. Ada kemungkinan bahwa ketika seorang ibu menceritakan kembali kesalahan yang dilakukan anak-anak mereka, ibu malah membesar-besarkan sehingga anak-anak menerima hukuman yang lebih dari seharusnya. Ada kemungkinan juga orang tua menjadi lupa kesalahan anak-anak mereka, sehingga kesalahan yang seharusnya dikoreksi terabaikan.

6. Jangan Terlalu mudah dan berlebihan memberi pujian

Memberikan pujian berlebihan kepada anak tidak selamanya baik. Karena hal ini akan terkesan murah bagi ana. Oleh karena itu jika seorang anak melakukan sesuatu yang sederhana, tidak perlu memuji dengan “Luar Biasa! Luar Biasa!” Karena anak secara alamiah akan mengetahui hal-hal yang dia lakukan dengan biasa-biasa saja atau luar biasa. Sekiranya ia mendapat hasil bagus di sekolah, pujilah sekedarnya dengan mengucapkan “Alhamdulillaah. Jika kita memuji hasil yang dilakukan anak dan bukan sikapnya, sangat mungkin anak kita akan berfokus pada hasil dan tidak peduli dengan sikap/ karakter yang baik.

7. Jangan Katakan “Kamu Selalu…” atau “Kamu tidak pernah…”

Janganlah melontarkan kalimat dengan “Kamu selalu….” atau “Kamu tidak pernah…”. Memang, kata-kata ini kadang refleks langsung terucap oleh orangtua, namun hindarilah penggunaan kalimat ini.
“Hati-hati, kedua kata-kata itu ada makna di dalamnya. Di dalam pernyataan “Kamu selalu…” dan “Kamu tidak pernah” adalah label yang bisa melekat selamanya di dalam diri anak,” ujar Jenn Berman PhD, seorang psikoterapis.
Berman mengungkapkan, kedua pernyataan yang kerap dilontarkan oleh orang tua ini akan membentuk kepribadian anak. Anak-anak akan menjadi seperti apa yang dikatakan terhadap dirinya. Bila orangtua mengatakan sang anak selalu lupa menelepon ke rumah jika pulang terlambat, maka ia akan menjadi anak yang tidak pernah menelepon ke rumah.

8. Jangan katakan “Bukan begitu caranya, sini biar ibu saja!”

Kalimat ini juga sering diucapkan Ibu ketika tidak sabar melihat proses kerja anak. Kalimat ini biasanya terucap ketika anak membantu orang tuan namun tidak melakukan seperti apa yang diinginkan Ibu. Dr Berman mengatakan ini merupakan sebuah kesalahan. Kalimat ini membuat anak tidak mengerti cara yang benar dalam menyelesaikan sesuatu dikutip dari killawakilta.info.
Sumber: wajibbaca.com

WANITA WAJIB TAHU JANGAN SAMPAI TERLAMBAT, BERIKUT INI CIRI-CIRI KEPUTIHANN YANG BERBAHAYA !!

Cairan yang berasal dari kelenjar di dalam V4G1n4 dan leher rahim ini ternyata memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuh. Keputihan berfungsi membawa keluar sel-sel mati dan bakteri dari dalam tubuh. Tujuannya untuk membantu mencegah infeksi pada V4G1n4 dan menjaganya tetap bersih.

Keputihan Normal
Bagi wanita yang belum memasuki masa menopause, keluarnya lendir keputihan berwarna bening dan tidak berbau sekitar setengah sampai satu sendok teh (2-5 ml) setiap hari adalah hal yang normal. Namun, jumlah dan kentalnya keputihan pada setiap wanita bisa bervariasi. Keputihan biasanya akan lebih kental di waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat ovulasi, selama menyusui, ketika gairah seksual muncul, semasa hamil, ketika menggunakan alat kontrasepsi, atau sepekan sebelum menstruasi.

Keputihan Tidak Normal

Kebiasaan membersihkan V4G1n4 dengan menggunakan produk pembersih kemaluan berpewangi atau mengandung antiseptik bisa membuat keputihan menjadi tidak normal. Begitu pula akibatnya jika suka menggunakan pantyliners setiap hari, memakai pakaian luar atau dalam yang ketat, dan menggunakan produk mandi beraroma. Namun keputihan yang tidak normal, bahkan berbahaya, juga bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki penyakit tertentu. Mulai dari infeksi jamur hingga kanker serviks.

Anda bisa mengenali penyakit yang mungkin sedang diderita dari tanda-tanda keputihan yang berbahaya berikut ini:

  • Vaginosis bakteri, yaitu infeksi ringan pada V4G1n4 yang disebabkan oleh bakteri yang merugikan (patogen). Penyakit ini bisa membuat keputihan berubah warna menjadi putih, abu-abu, atau kuning yang disertai dengan bau amis, gatal atau perih, kemerahan, dan pembengkakan pada V4G1n4, atau vulva.
  • Infeksi jamur. Ciri-cirinya, keputihan kental berwarna putih disertai dengan rasa gatal, bengkak, dan rasa sakit di sekitar vulva. Selain itu, ketika berhubungan seksual V4G1n4 akan terasa sakit.
  • Penumpahan lapisan rahim setelah melahirkan (lokia). Kondisi ini membuat keputihan berubah warna menjadi merah muda.
  • Trikomoniasis, yaitu penyakit menular s3k5u4l yang disebabkan oleh organisme kecil bernama Trichomonas V4G1n4lis. Penyakit ini membuat keputihan menjadi berwarna kuning atau kehijauan, berbusa, dan berbau tidak sedap. Trikomoniasis juga membuat V4G1n4 menjadi gatal dan nyeri saat buang air kecil.
  • Penyakit s3k5u4l menular ini menimbulkan keputihan berwarna kuning atau keruh yang disertai nyeri panggul, perdarahan diluar siklus haid, dan keluarnya urine tanpa disadari.
  • Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan kanker serviks dan kanker endometrium. Tiga kondisi tersebut menyebabkan keputihan berwarna cokelat atau merah yang disertai nyeri panggul dan perdarahan pada V4G1n4.


Membersihkan V4G1n4 dengan Benar

Karena keputihan adalah cara tubuh untuk melindungi V4G1n4 dan sekitarnya, membersihkan V4G1n4 dengan bantuan antiseptik atau pewangi (douching) pun dirasa tidak perlu. Cukup gunakan air hangat dan sabun yang tidak mengandung bahan-bahan keras menyebab iritasi kulit. Antiseptik atau pewangi justru dapat mengganggu keseimbangan bakteri dan jamur alami pada V4G1n4 hingga menyebabkan ruam. Selain itu, bersihkan V4G1n4 dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus berpindah ke daerah V4G1n4.

Jika Anda sedang mengalami tanda-tanda keputihan yang berbahaya seperti di atas, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang cepat dan tepat.